fbpx

VARIASI NATURAL KATUN DAN EFEKNYA PADA KAIN KATUN

Kami sering mendapatkan pertanyaan seperti berikut: Saya sudah membeli sprei tiga kali, namun mengapa sprei saya yang diorder terakhir lebih lembut / lebih keras / lebih doff / lebih tidak mudah kusut / lebih cepat halus saat dicuci / dan perbedaan-perbedaan lainnya. 

Pada intinya hal ini terjadi karena variasi natural (variasi alami) yang terjadi karena tanaman katunnya sendiri. Sehingga karakteristik katun dalam satu batch akan berbeda secara natural dengan karakteristik katun dalam batch lainnya. Tentunya perbedaan tersebut masih dalam batas-batasan alami, namun bisa jadi cukup berbeda sehingga hand-feeling dapat terasa berbeda antara sprei satu dengan yang lainnya. Hal ini berbeda dengan sprei dengan bahan sintetis (misal: viscose / polyester / microtex), atau bahan natural yang diproses seperti bahan sintetis (misal: tencel, rayon). Pada bahan sintetis, karakteristik serat/benang akan sangat homogen antara satu batch dengan batch yang lainnya. Hal ini tidak akan didapatkan pada katun karena katun adalah bahan alami yang berasal dari alam.

Artikel ini dibuat untuk menjelaskan lebih dalam akan perbedaan-perbedaan natural ini. Namun pada dasarnya, asalkan sprei yang Anda gunakan menggunakan komposisi dan spesifikasi yang sama (misalnya di Leven Cotton, kami selalu hanya menggunakan kain 100% katun 200 TC 40S single ply), maka kualitas produk yang didapatkan akan sama secara jangka panjang. Hal ini terutama berkaitan dengan keunggulan katun yang akan didapatkan dengan serupa.

Kualitas serat katun biasa direpresentasikan dengan beberapa karakteristik utama, yaitu:

  1. Micronaire. Ini adalah istilah unik serat katun yang berkaitan dengan kematangan serat saat dipanen, dan diameter serat.
  2. Panjang serat. Panjang serat katun berbeda-beda. Karena merupakan bahan alami, maka selalu akan didapatkan serat dengan panjang yang berbeda-beda dalam satu kali pemanenan. Namun biasa diukur secara rata-rata panjang serat per gulungnya.
  3. Kekuatan serat. Diukur dengan alat khusus yaitu jumlah beban yang diperlukan untuk memutuskan satu buah ikatan benang per tex

 

Seluruh jenis serat katun akan memiliki karakteristik seperti berikut:

  1. Bentuk: diameter antara 12-20 mikrometer. Panjang bervariasi antara 1 sampai 6 cm. 
  2. Luster: tinggi
  3. Kekuatan: 3.0 – 5.0 g/d (kering)
  4. Berat jenis: 1.54 – 1.56 g/cm3
  5. Kekuatan menyerap kelembaban: 15-25%
  6. dsb

 

Katun kualitas rendah biasa memiliki panjang serat yang pendek, sehingga memiliki kekuatan yang rendah pula. Untuk kualitas katun yang rendah, biasanya serat-serat katun akan dijalin menjadi satu serat (multi-ply) karena tidak memungkinkan menjadikannya single-ply. Katun single-ply membutuhkan serat katun dengan panjang yang memadai sehingga kekuatannya juga akan lebih baik. Untuk informasi lebih lanjut silakan melihat artikel ini.

Meskipun Leven Cotton menggunakan kain dengan serat katun berkualitas baik, namun hand-feel katun akan tetap bervariasi secara natural karena hal-hal lainnya. Menurut Xuejiao Wang, et al (2013). Cotton fiber quality determined by fruit position, temperature and management. 7th International Conference on Functional-Structural Plant Models: Kualitas katun dipengaruhi oleh dua faktor besar:

  1. Faktor lingkungan
  2. Faktor management / cara bercocok tanam

 

Faktor lingkungan termasuk antara lain: temperatur lingkungan (misal: tahun di mana musim panas sangat panas atau lebih dingin akan berpengaruh), tanggal penuaian, interaksi dengan genetik, dari bagian pohon sebelah mana serat diambil, dll.

Faktor management / cara bercocok tanam termasuk antara lain: pruning practice (cara-cara menjaga pohon katun), ginning practice, spinning, dll.

Faktor lingkungan akan berpengaruh secara signifikan terhadap perbedaan hand-feel katun yang dibeli dari Leven Cotton. Sebagai contoh: pada tahun di mana banyak hujan, maka kematangan dan micronaire katun akan terpengaruh. Begitu pula dengan perbedaan temperatur siang dan malam yang berbeda dalam satu tahun ke tahun yang lainnya, dalam satu pohon ke pohon yang lainnya, dsb. Hal ini akan berpengaruh pada serat katunnya. Contohnya ada batch sprei Leven Cotton yang mungkin terasa lebih lembut. Atau mungkin ada batch sprei Leven Cotton yang lebih kaku sebelum dicuci / setelah dicuci, sehingga membutuhkan lebih banyak / beberapa kali pencucian untuk mencapai kelembutan yang serupa dengan batch lainnya. Namun pada jangka panjang, biasanya karakteristik katun dalam beberapa batch akan menjadi serupa meskipun tidak akan 100% sama. 

Semoga artikel ini membantu untuk memahami perbedaan karakteristik alami dari kain sprei 100% katun yang Anda miliki. Yang terpenting, selalu utamakan menggunakan kain 100% katun untuk mendapatkan seluruh keunggulan alami katun. 

Bagikan Artikel Ini:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Blog Lainnya:

Apa itu OEKO-TEX® STD 100

APA ITU OEKO-TEX® STANDARD 100? OEKO-TEX® STANDARD 100 merupakan sistem pengujian terhadap barang – barang tekstil. Proses pengujiannya, antara lain bahan baku yang digunakan (benang), kemudian

Kupon Diskon Rahasia & Eksklusif

Dikirimkan via email untuk pelanggan newsletter Leven Cotton