SINGLE PLY VS MULTI PLY THREAD

Hi Leven Friends, saat ini kami akan membagikan informasi yang tentunya penting dan akan berguna bagi anda sebagai bahan pertimbangan dalam memilih kain atau sprei. 

Setelah beberapa beberapa blog kami yang membahas tentang karakteristik kain katun sampai dengan membahas thread count. Sekarang kita akan membahas tentang benang single ply dan multi ply.

Nah bagi yang belum membaca blog kami tentang apa itu  thread count, bisa klik disini ya dan blog tentang penipuan thread count, bisa klik disini agar lebih paham ya ^_^ 

Seperti yang kita ketahui bahwa semua produk dari Leven Cotton menggunakan 100% katun tanpa campuran bahan lainnya (tanpa dicampur polyester ataupun serat sintetis lainnya) dengan 200 thread count, yang merupakan standard dari sprei yang nyaman. dan cocok digunakan pada daerah yang beriklim tropis (Indonesia) 

Dalam dunia produksi tekstil, tentu tidak asing dengan istilah single ply dan multi ply, Tapi bagi anda yang belum mengetahui tentang hal ini, artikel ini akan sangat membantu 

 

Ply adalah berapa banyak benang yang dipelintir menjadi satu. Benang dapat dibentuk dari serat tunggal, dua serat yang dianyam, tiga serat yang dianyam, atau lebih lagi. Two-ply berarti bahwa dua serat dipelintir menjadi satu untuk membuat satu benang yang kemudian ditenun menjadi kain.

Secara singkat benang single ply  dibentuk dari satu serat yang kuat dan lebih panjang, sedangkan benang multi ply dibentuk dari beberapa serat yang biasanya lebih lemah atau lebih pendek. perhatikan gambar di bawah ini : 

Single Ply

Single ply adalah untaian tunggal yang terdiri dari serat yang disatukan oleh setidaknya sejumlah kecil lilitan yang dikelompokkan bersama dengan atau tanpa putaran. Benang tunggal dari jenis pintal, terdiri dari serat-serat, membutuhkan pelintiran untuk menyatukannya dan dapat dibuat dengan S-twist atau Z-twist. Benang tunggal (single ply) dapat digunakan untuk membuat sprei dengan kualitas yang baik


Multi – Ply

Benang multi ply terdiri dari dua atau lebih benang tunggal yang dipilin menjadi satu. Benang dua lapis, misalnya, terdiri dari dua untaian tunggal; benang tiga lapis terdiri dari tiga untai tunggal. Dalam membuat benang ply dari untaian pintal, masing-masing helai biasanya masing-masing diputar dalam satu arah dan kemudian digabungkan dan diputar di arah yang berlawanan. Ketika kedua helai tunggal dan benang lapis terakhir diputar ke arah yang sama, menghasilkan tekstur yang lebih keras dan mengurangi fleksibilitas pada kain

Kelemahan dari multi ply ini adalah yaitu memiliki serat yang lebih lemah dan lebih pendek daripada single ply, akibatnya sprei yang terbuat dari multi ply akan membuat sprei tidak tahan lama dan mudah sobek jika tidak dirawat dengan baik. 

Semua merek sprei ternama di dunia setuju bahwa benang single ply lebih superior daripada benang multi ply. Selain lebih kuat, benang single ply juga mempunyai profil lebih kecil yang memungkinkan udara untuk lebih leluasa bersirkulasi tanpa tertahan ukuran benang yang lebih besar. Selain lebih lemah, benang multi-ply sering dikatakan memiliki thread count yang 2-3x lebih tinggi daripada benang single ply (bisa klik disini untuk membaca kembali), sehingga pelanggan yang menggunakannya akan rugi dua kali.

Nah, sekarang Leven Friends sudah lebih tahu mengenai perbedaan benang single ply dan multi ply. Pastikan membeli sprei dengan benang single ply, seperti yang disediakan oleh Leven Cotton.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *