fbpx

Hubungan Suhu Adem dan Suhu Tubuh Saat Tidur - Ini Penelitiannya...

Suhu ruangan saat tidur dan perasaaan kenyamanan kita akan sangat menentukan kualitas dan kuantitas (berapa lama) kita bisa tidur di ruangan tersebut. 

Ketika kita tidur, suhu tubuh kita akan menurun (cek informasi ilmiahnya di sini). Jika suhu ruangan terlalu panas atau terlalu dingin, maka akan berpengaruh pada suhu tubuh kita yang akan menganggu kualitas tidur. 

Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Science Advances tahun 2017 mengatakan bahwa orang cenderung mengalami pola tidur yang lebih tidak normal (abnormal) pada saat musim panas, saat suhu udara menjadi panas. Masalahnya, di Indonesia yang beriklim tropis, kita mengalami suhu udara panas sepanjang tahun, sehingga kita harus benar-benar memperhatikan cara tidur kita. 

Masalah tidur dapat berkontribusi pada perkembangan depresi, selain itu tidur secara tidak teratur dapat merusak kinerja kognitif yaitu menurunnya daya ingat, perhatian, dan kecepatan memproses data yang ada di otak manusia.

Suhu berperan penting dalam kenyamanan tidur, siklus tidur sampai bangun diatur oleh ritme sirkadian. Ritme sirkadian adalah proses internal dan alami yang mengatur siklus tidur-bangun yang diulangi kira-kira setiap 24 jam. Saat tubuh bersiap untuk tidur, pelebaran pembuluh darah di kulit yang menyebabkan hilangnya panas, menghasilkan sinyal penting untuk permulaan tidur yang membuat terjadinya penurunan suhu inti tubuh, begitu suhu tubuh inti menurun maka suhu tubuh akan tetap rendah setiap malam (saat tidur) dan suhu akan naik lagi saat sebelum bangun tidur. 

Karena pentingnya menjaga suhu ideal saat tidur, maka selain menggunakan AC atau kipas angin (bila diperlukan), jangan sampai salah memilih sprei dan selimut tidur yang breathable (udara leluasa keluar masuk) dan memberikan efek adem. Di Indonesia, gunakanlah sprei dan selimut 100% katun yang sudah terbukti sejak lama dapat menjaga suhu tubuh tetap adem selama tidur. 

 

Bagikan Artikel Ini:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Blog Lainnya: