fbpx

Perbandingan Katun vs Tencel (Lyocell) Untuk Bahan Sprei

100% Cotton

Kain katun diproduksi dari serat alami bunga tanaman kapas (Gossypium hirsutum) yang dipintal menjadi benang.

Tencel (Lyocell)

Kain serat bambu adalah kain yang dihasilkan dari regenerasi selulosa kayu. Proses produksinya mirip dengan rayon / viscose namun dengan proses yang sedikit berbeda (lebih modern) karena menggunakan diret solvent sehingga dapat menjaga lebih banyak sifat alami dari kayu.

Temperature Control (Kontrol Suhu)

Suhu ideal untuk tidur adalah sekitar 22-25 derajat celcius. Sprei berperan sangat tinggi dalam regulasi suhu saat Anda tidur

100% Cotton

Katun sangat breathable dan menyerap keringat dengan baik. Hasilnya adalah kontrol suhu yang baik. Suhu stabil sepanjang malam

Tencel

Kain tencel juga terasa adem di kulit, sama seperti katun. Kain tencel dapat menyerap 50% lebih banyak kelembaban dibandingkan katun sehingga meskipun terasa lebih adem di awal, namun di pagi hari kain tencel dapat terasa lebih lembab sehingga kurang menyenangkan

Durability (Kekuatan)

Seberapa lama sprei dapat bertahan dengan pemakaian normal

100% Cotton

Sprei 100% katun sangat kuat dan dapat bertahan minimal 5 tahun, bahkan lebih. Semakin dicuci, sprei katun akan semakin lembut. Sprei katun tidak memerlukan metode pencucian khusus (dapat dicuci dengan mesin cuci biasa) karena serat katun 30% lebih kuat saat basah

Tencel

Tencel tidak dapat bertahan lama karena mudah robek/rusak. Diperlukan penanganan khusus (idealnya dry-cleaning) saat dicuci karena serat tencel menjadi lemah saat basah. Dibandingkan katun, tencel hanya dapat bertahan sekitar sepertiga masa hidupnya. Bila digunakan sebagai sprei, tencel hanya dapat bertahan sekitar 1-2 tahun saja sebelum mulai regas dan menipis

Rendah Alergi & Tahan Tungau

Apakah bahan sprei ini hypo allergenic (rendah alergi) dan mite resistant (tahan tungau)?

100% Cotton

Sprei 100% katun adalah bahan alami yang rendah alergi sehingga cocok untuk penggunaan bayi, anak kecil, dan orang tua. Sprei 100% katun juga tahan tunggau karena saat tumbuh di alam harus kuat menghadapi serangan hama.

Tencel

Kain tencel tidak memiliki sifat rendah alergi dan tahan tungau

Price (Harga)

Harga perkiraan 1 set sprei

100% Cotton

Sprei 100% katun tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah (berada di tengah-tengah). Untuk 1 set sprei, harga mulai dari Rp 400 ribu-an (untuk kain percale) sampai dengan di atas 1 juta (untuk sprei sateen dan egyptian cotton)

Tencel

Tencel sekitar 3-4x lipat lebih mahal daripada katun. Sprei set tencel biasa dijual mulai harga 1 jutaan. Hati-hati dengan sprei tencel yang dijual murah karena biasanya palsu (misal: bukan 100% tencel, melainkan hanya microtencel yang artinya tencel tiruan yang dibuat dari polyester)

Look & Feel

Bagaimana sprei terlihat dan terasa saat digunakan

100% Cotton

Lembut natural khas katun yang nyaman untuk kulit. Sprei 100% katun percale terlihat lebih matte (doff) dan agak sulit disetrika menjadi sangat rapi. Sprei 100% katun sateen lebih halus dan mengkilap.

Tencel

Sprei tencel terasa adem dan sangat halus di kulit (seperti sutra) namun kelembutannya tidak terasa natural. Untuk orang yang memiliki banyak rambut di tubuh (misal: laki-laki), penggunaan sprei tencel kurang menyenangkan karena saat bergesekan akan terasa tidak natural.

Bagikan Artikel Ini:

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Blog Lainnya:

Perbandingan 100% Katun vs Linen

Perbandingan Katun vs Linen Untuk Bahan Sprei 100% Cotton Kain katun diproduksi dari serat alami bunga tanaman kapas (Gossypium hirsutum) yang dipintal menjadi benang. Linen

Perbandingan 100% Katun vs Sutra (Silk)

Perbandingan Katun vs Sutra (Silk) Untuk Bahan Sprei 100% Cotton Kain katun diproduksi dari serat alami bunga tanaman kapas (Gossypium hirsutum) yang dipintal menjadi benang.