Kamu Lagi Cari Sprei yang Adem, Lembut, dan Nyaman Dipakai?
Ini Jawabannya!
Kebanyakan orang menghabiskan banyak waktu untuk mencari bantal dan kasur yang baik dan nyaman, tetapi ketika sedang membutuhkan sprei, mereka membeli yang termurah yang bisa mereka temukan.
Membeli sprei dengan harga murah adalah kesalahan besar, karena kualitas sprei, kasur, dan bantal adalah satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan untuk mewujudkan kenyamanan tidur. Sehingga, jika Anda hanya mementingkan kualitas bantal dan kasur tanpa memperhatikan sprei, kenyamanan beristirahat tidak akan terwujud, begitu juga sebaliknya. Berbicara soal sprei, katun menjadi salah satu bahan yang paling umum dan banyak digemari oleh masyarakat.

Mengapa Harus 100% Katun ?
Katun jepang atau bahan 100% katun berasal dari serat alami tumbuhan yaitu kapas. Karena dibuat dari serat alami, sprei dengan bahan 100% katun memiliki bagian permukaan yang halus karena susunan kerapatan pada benangnya sangat padat.

Tapi, sebenarnya apa saja, sih, bahan-bahan sprei yang ada di pasaran? Mari kita lihat dulu jenis-jenisnya.
Jenis-Jenis Kain Sprei Yang Ada di Pasaran Saat Ini:
Polyester / microfiber / microtex, katun, lyocell, dan bahan campuran. Cak informasinya di bawah (klik tanda (+) untuk melihat keterangan masing-masing jenis bahan)
Polyester / Microfiber / Microtex
- Tidak adem (tidak menyerap keringat) karena merupakan produk turunan minyak bumi
- Sangat rapat sehingga udara tidak leluasa keluar masuk meskipun sangat halus seperti sutra
- Berbulu dan cepat luntur untuk polyester grade rendah
- Murah (sangat terjangkau) dan rentan piling (menggumpal). Kurang kuat dibandingkan katun
Katun Lokal
- Dahulu katun lokal menggunakan 100% katun, namun sekarang tidak lagi karena kalah bersaing dengan katun impor. Masih banyak penjual yang mengatakan katun lokal 100% katun, padahal saat ini sangat jarang yang masih mempertahankan 100% katun
- Thread count sekitar 150-160
Katun Viscose (CVC)
- 40-60% nya katun, sisanya viscose atau rayon atau polyester (viscose atau rayon biasa dipakai untuk bahan jaket). Semakin tinggi kadar katun, semakin lembut dan adem kainnya
- Tekstur kain lebih keras, thread count sekitar 140-150
100% Katun / Katun Jepang
- Dari bahan alami, secara natural hypo-allergenic. Udara leluasa keluar masuk sehingga sesuai untuk iklim tropis
- Kuat, semakin dipakai semakin lembut
- Lebih baik menggunakan yang dijamin 100% katun. Dahulu katun jepang dijamin 100% katun tapi sekarang banyak yang hanya 80-90% katun.
- Juga perhatikan spesifikasi bahannya (thread count, single ply, dsb)
Lyocell
- Dibuat dari turunan bahan alami (misal: serat bambu) sehingga sangat adem dan sangat lembut
- Namun, kurang cocok dipakai sehari-hari karena membutuhkan penanganan khusus (pencucian harus dry clean) dan harga yang sangat tinggi
- Hati-hati banyak yang mengklaim lyocell tetapi sebenarnya microlyocell (polyester)
Bahan Campuran
- Campuran dari polyester/katun/lyocell. Biasanya digunakan untuk menekan harga.
- Contoh: katun lokal terdiri dari 50% katun dan sisanya CVC/viscose atau polyester, katun jepang dahulu hanya menggunakan 100% katun tetapi sekarang banyak yang hanya menggunakan 80-90% katun
Jangan salah memilih bahan. Kita mengorbankan kualitas tidur kita apabila kita menggunakan bahan sprei yang tidak baik. Ingat, SPREI YG BAIK = INVESTASI TIDUR NYENYAK. Sprei yang baik biasanya dapat digunakan selama 5 tahun. Jadi pastikan selama 5 tahun tsb, kita tidur dengan sprei yang nyaman dan berkualitas
Harga sprei yang baik bisa jadi 2 atau 3 kali lipat lebih mahal daripada sprei yang kurang baik. Tetapi, lebih baik mengirit sedikit, atau kalau perlu kita menggunakan fasilitas cicilan di marketplace (yang saat ini sangat mudah digunakan) sehingga mendapatkan sprei yang adem, nyaman dan aman.
Hanya dengan menambah sedikit, atau mencicil beberapa kali, kualitas tidur Anda meningkat secara signifikan.
